Derby Manchester

Jelang Derby Manchester
Derby Manchester yang 'Ramah'





Reuters

Manchester - Bek Manchester City Aleksandar Kolarov telah merasakan atmosfer dari sejumlah derby di berbagai negara. Bagi bek asal Serbia itu derby Manchester mreupakan derby yang paling "ramah".

Akhir pekan ini kota Manchester memanas menyusul hadirnya duel antara dua klub sekota, United versus City. Pertandingan nanti akan digelar di Old Trafford.

Di klasemen sementara, jarak antara kedua tim tak terlampau jauh. MU memimpin dengan poin 54 dan City ada di posisi ketiga dengan defisit lima angka.

Adu gengsi antara tim satu kota, ditambah lagi dengan kondisi keduanya berada di papan atas, boleh jadi membuat tensi laga Manchester Merah kontra Manchester Biru bakal semakin panas.


Berbicara soal derby, ada salah satu pemain City yang juga pernah merasakan atmosfer derby di negara lain yaitu di Belgrade, Serbia dan Roma, Italia. Dia adalah Aleksandar Kolarov.

Kolarov sendiri memulai karirnya sebagai pemain muda di Red Star Belgrade. Selanjutnya pria kelahiran 10 November 1985 itu mengawali karir seniornya di Cukaricki Stankom pada tahun 2004 dan dua tahun berselang berlanjut ke OFK Beograd. Tahun 2007 dia mencoba peruntungannya dengan bergabung ke klub Seri A Lazio.

"(Derby) Di Manchester masih menyisakan banyak tempat untuk bergurau. Di Roma atau Belgrade, suasananya berbeda. Di Manchester, fans hanya ingin menang namun mereka tidak memikirkan hal yang buruk. Fans hanya ingin mendukung tim mereka semaksimal mungkin dan itu bagus. Saya suka itu," terang Kolarov dilansir dari Telegraph.

Kolarov mengatakan bahwa meski berada di kubu yang berseberangan, dirinya bisa dengan bebas makan bareng dengan Nemanja Vidic, pemain Serbia yang memperkuat MU. "Saya sudah kenal Nemanja sebelum saya gabung di City dan kami berdua berteman baik. Kami sering berbincang dan pergi makan malam bersama," kata pemain yang bergabung di Manchester City pada pertengahan tahun 2010 itu.

"Namun di Roma, orang-orang sudah membicarakan derby dua minggu sebelum pertandingan dan hingga dua minggu setelahnya. Mungkin ini mentalitas orang Italia selatan, namun mentalitas itu juga sangat mirip dengan apa yang ada di Belgrade," lanjut pemain berposisi bek kiri tersebut.

Dalam laga antara AS Roma kontra Lazio Oktober silam, lima ribu polisi dikerahkan untuk mengamankan Derby della Capitale yang diwarnai oleh keributan tersebut.

"Waktu saya berkarir di Italia bersama Lazio, derby melawan Roma berlangsung sangat buruk. Tapi di Manchester, ini juga derby besar, namun lebih tenang dibandingkan yang di Roma. Jika Andan melihat derby di Milan antara AC Milan lawan Inter, itu mirip dengan derby di Manchester. Laga besar, namun tekanan hanya ada di lapngan dan tidak lebih dari itu," ujar Kolarov.

"Saya juga tak bisa menjelaskan mengapa di Belgrade derby antara Partizan kontra Red Star bisa berlangsung begitu buruk. Dalam lima tahun terakhir selalu diwarnai banyak masalah dengan polisi dan itu berarti harus dikerahkan polisi dalam jumlah besar untuk seluruh pertandingan sepakbola di sana."

Catatan dari Opta menunjukkan bahwa City baru sekali menang dari 26 lawatan mereka ke Old Trafford di kancah liga. Selain itu The Citizens gagal membobol gawang lawan dalam empat dari lima laga bentrok terakhir mereka.

Kolarov sendiri tak terlalu mempedulikan statistik itu. "Kami meraih serangkaian hasil baik dan kami juga tidak berselisih terlalu jauh dari MU. Kami ada di posisi ketiga dan kami berusaha untuk memenangi Premier League, dan juga Piala FA dan Liga Europa."

"Kami akan lihat bagaimana akhirnya nanti, namun kami tim yang kuat dan kami ingin untuk memenangi gelar."
from detiksport.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 comments:

Posting Komentar